Rabu, November 23, 2011

Filosofi Lebah Versi 3

Filosofi Lebah

Rasulullah SAW bersabda,” dan perumpamaan mukmin itu seperti lebah, ia hinggap di tempat yang baik dan memakan yang baik, tetapi tidak merusak.” (H.r. Thabrani)
mengapa lebah bisa dijadikan teladan?…….

  • Lebah adalah pribadi yang kokoh dan mandiri, ia selalu mandiri dan percaya diri. Memiliki charisma dengan sengatan sebagai pertahanan diri
  • Lebah itu dinamis, kreatif dan inovatif. Ia mampu membangun rumah di gunung – gunung, pepohonan, dan juga di gua
  • Lebah itu spesialis dan berwawasan luas. Ia mampu terbang tinggi untuk mengembangkan diri.
  • Menjadi yang produktif. Yang  mampu menjaga diri, mampu memilih yang terbaik, dan selalu menebar kemanfaatan. Senantiasa memakan yang baik, halal dan thayib. Menghasilkan madu, propolis, dan zat lain yang sangat berguna.
  • Mampu beramal. Membangun komunitas dengan ikatan akidah, fikrah, ibadah, akhlak, dan ukhuwah.
  • Menjadi tokoh sosial. Yang dapat hinggap dimana saja, tanpa mematahkan ranting yang dihinggapinya.
  • Pelopor perubahan. Yaitu selalu siap, peduli dan professional dalam melayani, membantu penyerbukan pada bunga dan tumbuhan, serta berani membela diri, serta memilikisengatan yang dahsyat untuk melindungi dari kezaliman meskipun harus mengorbankan nyawanya. 
Begitulah lebah menjadi hikmah untuk menjadi inspirasi dalam membentuk jati diri. Dan Allah mengabadikannya dalam firmannya  pada surat an – nahl ayat 68 – 69 yang artinya :

68.  Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”,

69.  Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang Telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

0 komentar:

Posting Komentar

Entri Populer